Azimut dan jarak antara dua titik (soal invers dan soal langsung)
Azimut, bearing dan jarak antara dua titik (soal inverse), atau sebaliknya: koordinat sebuah titik dari azimut dan jarak (soal direct, titik detail/radial). Dalam UTM (grid) atau lintang/bujur (elipsoid GRS80: WGS 84, SRGI2013, DGN95, ITRF…).
Dalam UTM, azimutnya adalah azimut grid (dari Utara grid).
Dalam lintang/bujur, azimutnya adalah azimut sebenarnya (geodetik) dan jaraknya di elipsoid.
Tinggi (opsional)
Dengan tinggi titik, Anda juga mendapatkan beda tinggi, jarak miring, kemiringan dan jarak lapangan (bidang datar lokal).
Hasil
Isi titik-titiknya untuk melihat hasil.
Azimut grid, azimut sebenarnya dan bearing
Azimut adalah sudut yang diukur dari arah Utara searah jarum jam, dari 0° sampai 360°. Di bidang UTM, azimut diperoleh dari atan2(ΔE, ΔN) dan disebut azimut grid, dihitung dari Utara grid. Azimut sebenarnya (geodetik) dihitung dari Utara geografis: selisih keduanya adalah konvergensi meridian, yang juga kami tampilkan.
Bearing (sudut jurusan kuadran) adalah sudut lancip dari garis utara–selatan, 0° sampai 90°, beserta kuadrannya: NE, SE, SW atau NW. Contoh: azimut 200°30' = bearing S 20°30' W (di sini ditulis 20°30' SW). Azimut balik adalah azimut dari titik 2 kembali ke titik 1 (azimut ± 180° di bidang grid).
Jarak grid vs. jarak lapangan: jarak di bidang UTM adalah jarak elipsoid dikalikan faktor skala k. Jarak lapangan (bidang datar lokal) masih dikoreksi dengan tinggi: dlapangan ≈ delipsoid × (R + h) ÷ R. Keduanya membentuk faktor gabungan; di proyek konstruksi selisihnya bisa lebih dari 1 meter per kilometer.
Tanya jawab
Apa beda jarak UTM dengan jarak yang diukur memakai pita ukur atau total station?
Total station mengukur di permukaan tanah (bidang datar lokal). UTM adalah proyeksi: di dekat meridian sentral jarak diperpendek (k = 0.9996) dan di dekat tepi zona diperpanjang. Selain itu, makin tinggi lokasinya, makin panjang jarak sebenarnya dibandingkan di elipsoid. Selisihnya biasanya antara sekitar −0.4 dan +1 m per kilometer. Dengan tinggi terisi, kalkulator menampilkan ketiga jarak (grid, elipsoid dan lapangan).
Bagaimana menghitung azimut antara dua koordinat UTM secara manual?
ΔE = E2 − E1, ΔN = N2 − N1. Azimut = atan2(ΔE, ΔN), diubah ke derajat, lalu tambahkan 360° jika hasilnya negatif. Jarak = √(ΔE² + ΔN²). Menurut kuadran: ΔE dan ΔN positif → NE; ΔE positif dan ΔN negatif → SE; keduanya negatif → SW; ΔE negatif dan ΔN positif → NW.
Apa itu soal direct (titik radial)?
Kebalikannya: Anda punya satu titik yang diketahui, azimut dan jarak, lalu ingin koordinat titik baru. Dalam UTM: E2 = E1 + d·sin(Az) dan N2 = N1 + d·cos(Az). Dalam lintang/bujur kami memakai rumus Vincenty pada elipsoid GRS80 (WGS 84, SRGI2013, DGN95…).
Azimut dan jarak mana yang dipakai di gambar ukur atau peta bidang?
Tergantung aturan yang berlaku. Pengukuran bidang tanah BPN memakai koordinat grid proyeksi TM-3°, proyek lain memakai UTM, azimut sebenarnya dengan jarak lapangan, atau sistem lokal. Selalu sebutkan dasar azimut dan apakah jaraknya jarak grid atau jarak lapangan; alat ini memberi azimut grid UTM dan azimut sebenarnya serta, dengan tinggi terisi, jarak lapangan.
